Sabtu, 11 Oktober 2014

Out Put Kampanye Publik Air Minum Provinsi Jambi Th 2014



1.1             Latar Belakang         
Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di Asia, dimana separuh dari populasinya tinggal di perkotaan dan diperkirakan pada tahun 2025 lebih dari 70% total penduduknya akan tinggal di kota, menjadi suatu tantangan bagi Pemerintah dalam rangka penyediaan permukiman penduduknya. Kondisii saat ini, dari total jumlah penduduk perkotaan tersebut kurang dari separuhnya memiliki akses air minum yang aman. Sebagai bagian dari agenda global pembangunan berkelanjutan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 berkomitmen untuk menjamin ketersediaan akses air minum yang aman.
          Pentingnya Air minum dalam kehidupan yang tak bisa dipungkiri mengharuskan semua pihak untuk peduli akan air. Apa yang terjadi jika manusia  tidak peduli pada air ? ada dua titik ekstrim tentang air jika kita tak bersahabat dengan air yaitu banjir dan kekeringan. Banjir terjadi saat air datang berlimpah dan kita tidak siap menampungnya sedangkan kekeringan terjadi saat jumlahnya semakin menipis sedangkan kita tidak mempunyai persediaan yang cukup akan air untuk digunakan sebagai kebutuhan pokok kita sehari-hari. Manusia menjadi peduli akan air ketika mereka secara langsung merasakan dampak kerugian dari sikap tak bersahabat mereka dengan air. Jadi kenapa kita menjadi generasi yang peduli dan bersahabat dengan air?.
Air merupakan sebagai salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Kekurangan akses pada air akan membawa dampak pada kesejahteraan manusia. Kekurangan akses terhadap air minum dan sanitasi serta buruknya lingkungan akan membawa dampak yang membahayakan kesehatan. 
          Penyediaan air minum kepada masyarakat adalahi tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah sebagai salah satu fungsi pelayanan publik namun dalam kesuksesan program-program pemerintah tidak akan dapat terlaksana jika masyarakat yang menjadi sasaranya tidak mendukung dengan kesadaran dan kepedulian tentang air. permasalahan yang saat ini banyak muncul adalah ancaman terhadap kuantitas dan kualitas air di sumber-sumber air baku. Sumber air baku dapat dibagi kedalam air permukaan dan air baku(sungai, danau, waduk, dan mata air) non-permukaan (air tanah dangkal dan air tanah dalam).
          Namun kodisi sumber daya air mengalami ancaman akibat meningkatnya degradasi Daerah Aliran Sungai/DAS yang menyebabkan menurunnya kuantitas dan kualitas aliran sungai diantaranya diakibatkan oleh: penggundulan hutan dan praktek pengolahan tanah di bagian hulu DAS yang menyebabkan erosi dan sedimentasi dibagian hilir; pencemaran dari limbah industri, domestik, pertanian dan sampah padat, serta pencemaran dari praktek pertambangan baik di darat maupun di badan air/sungai. Disamping itu kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya debit banjir pada musim hujan dan terjadinya kekeringan pada musim kemarau. Dan jumlah debit sungai yang menurun pada musim kemarau itupun sangat buruk kualitasnya akibat pencemaran.
           Langkanya sumber air baku dan mahalnya teknologi pengolahan air menuntut masyarakat untuk bersama-sama menghemat dalam penggunaan air dan peduli terhadap lingkungan. Karena mau tidak mau perilaku manusia terhadap lingkungan akan mempengaruhi pula kuantitas dan kualitas sumber air baku yang seharusnya dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi kesejahteraan manusia.

          Untuk itu dalam APBN TA 2013 Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Propinsi Jambi menyelenggarakan kegiatan Kampanye Publik Air Minum Propinsi Jambi
1.2 Maksud dan Tujuan      

Maksud dari Kampanye Publik Air Minum ini adalah untuk berlangsungnya pengembangan SPAM yang berkelanjutan dan sesuai dengan syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sebagai dampak dari perubahan perilaku masyarakat dan perubahan paradigma pihak terkait dalam penggunaan atau pemanfaatan air.

Tujuan program :
·           Peningkatan wawasan dan pengetahuan publik dan pihak-pihak terkait di bidang air minum.
·           Peningkatan Keingintahuan masyarakat mengenai apa yang bisa dilakukan untuk mendukung kesuksesan pengembangan air minum
·           Peningkatan kepedulian publik dan pihak-pihak terkait

1.3 Jadwal kegiatan        
Rencana Kegiatan Kampanye Publi Air Minum , yang terdiri dari:
1). Mereview, menyusun dan menggandakan media informasi publik dan sosialisasi SPAM yang sudah ada;
2). Melakukan dokumentasi dan menyusun profil lokasi proyek pengembangan SPAM yang siap dan layak dipublikasikan dan menjadi lokasi peresmian;
3). Melaksanakan kegiatan komunikasi publik di lokasi terpilih (lokasi peresmian, strategis, event-event tertentu, dll)
4). Inventarisasi status kesiapan dari masing-masing kegiatan, langkah-langkah dan tindak lanjut yang harus dilakukan bagi kegiatan yang belum memenuhi kriteria kesiapan dan rencana Monitoring dan evaluasi (Monev).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar