1.1
Latar Belakang
Indonesia sebagai salah satu
negara dengan pertumbuhan penduduk tertinggi di Asia, dimana separuh dari
populasinya tinggal di perkotaan dan diperkirakan pada tahun 2025 lebih dari
70% total penduduknya akan tinggal di kota, menjadi suatu tantangan bagi
Pemerintah dalam rangka penyediaan permukiman penduduknya. Kondisii saat ini,
dari total jumlah penduduk perkotaan tersebut kurang dari separuhnya memiliki
akses air minum yang aman. Sebagai bagian dari agenda global pembangunan
berkelanjutan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025
berkomitmen untuk menjamin ketersediaan akses air minum yang aman.
Pentingnya Air minum dalam kehidupan yang tak bisa dipungkiri mengharuskan
semua pihak untuk peduli akan air.
Apa yang terjadi jika manusia tidak
peduli pada air ? ada dua titik ekstrim tentang air jika kita tak bersahabat
dengan air yaitu banjir dan kekeringan. Banjir terjadi saat air datang
berlimpah dan kita tidak siap menampungnya sedangkan kekeringan terjadi saat
jumlahnya semakin menipis sedangkan kita tidak mempunyai persediaan yang cukup
akan air untuk digunakan sebagai kebutuhan pokok kita sehari-hari. Manusia
menjadi peduli
akan air ketika mereka secara langsung merasakan dampak kerugian dari sikap tak
bersahabat mereka dengan air. Jadi kenapa kita menjadi generasi yang peduli dan
bersahabat dengan air?.
Air merupakan sebagai salah satu kebutuhan pokok yang
sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan pertumbuhan
ekonomi suatu wilayah. Kekurangan akses pada air akan membawa dampak pada
kesejahteraan manusia. Kekurangan akses terhadap air minum dan sanitasi serta
buruknya lingkungan akan membawa dampak yang membahayakan kesehatan.
Penyediaan air minum kepada masyarakat adalahi tanggung jawab pemerintah
pusat dan daerah sebagai salah satu fungsi pelayanan publik namun dalam
kesuksesan program-program pemerintah tidak akan dapat terlaksana jika
masyarakat yang menjadi sasaranya tidak mendukung dengan kesadaran dan
kepedulian tentang air. permasalahan yang saat ini banyak muncul adalah ancaman
terhadap kuantitas dan kualitas air di sumber-sumber air baku. Sumber air baku
dapat dibagi kedalam air permukaan dan air baku(sungai, danau, waduk, dan mata
air) non-permukaan (air tanah dangkal dan air tanah dalam).
Namun kodisi sumber daya air mengalami ancaman akibat meningkatnya
degradasi Daerah Aliran Sungai/DAS yang menyebabkan menurunnya kuantitas dan
kualitas aliran sungai diantaranya diakibatkan oleh: penggundulan hutan dan
praktek pengolahan tanah di bagian hulu DAS yang menyebabkan erosi dan
sedimentasi dibagian hilir; pencemaran dari limbah industri, domestik,
pertanian dan sampah padat, serta pencemaran dari praktek pertambangan baik di
darat maupun di badan air/sungai. Disamping itu kondisi tersebut menyebabkan
meningkatnya debit banjir pada musim hujan dan terjadinya kekeringan pada musim
kemarau. Dan jumlah debit sungai yang menurun pada musim kemarau itupun sangat
buruk kualitasnya akibat pencemaran.
Langkanya sumber air baku dan mahalnya teknologi pengolahan air menuntut
masyarakat untuk bersama-sama menghemat dalam penggunaan air dan peduli terhadap
lingkungan. Karena mau tidak mau perilaku manusia terhadap lingkungan akan
mempengaruhi pula kuantitas dan kualitas sumber air baku yang seharusnya dapat
dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi kesejahteraan manusia.
Untuk itu
dalam APBN TA 2013 Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
melalui Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Propinsi Jambi
menyelenggarakan kegiatan Kampanye Publik Air Minum Propinsi Jambi
1.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari Kampanye Publik Air Minum ini adalah untuk
berlangsungnya pengembangan SPAM yang berkelanjutan dan sesuai dengan syarat
kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sebagai dampak dari perubahan perilaku
masyarakat dan perubahan paradigma pihak terkait dalam penggunaan atau pemanfaatan air.
Tujuan program :
·
Peningkatan wawasan dan pengetahuan publik dan pihak-pihak terkait di
bidang air minum.
·
Peningkatan Keingintahuan masyarakat mengenai apa yang bisa dilakukan untuk
mendukung kesuksesan pengembangan air minum
·
Peningkatan kepedulian publik dan pihak-pihak terkait
1.3 Jadwal kegiatan
Rencana Kegiatan Kampanye Publi Air Minum , yang terdiri dari:
1). Mereview,
menyusun dan menggandakan media informasi publik dan sosialisasi SPAM yang
sudah ada;
2).
Melakukan dokumentasi dan menyusun profil lokasi proyek
pengembangan SPAM yang siap dan layak dipublikasikan dan menjadi lokasi
peresmian;
3). Melaksanakan
kegiatan komunikasi publik di lokasi terpilih (lokasi peresmian, strategis, event-event tertentu, dll)
4). Inventarisasi status kesiapan dari masing-masing kegiatan,
langkah-langkah
dan tindak lanjut
yang harus dilakukan bagi kegiatan
yang belum memenuhi kriteria kesiapan
dan rencana Monitoring dan
evaluasi (Monev).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar