Senin, 04 Januari 2016

Awal Januari 2016 Provinsi Banten, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat membutuhkan beberapa fasilitator P2KP, silahkan uji kemampuaan Anda.

Lowongan P2KP Provinsi Banten




Lowongan P2KP Provinsi Sumatera Barat



Lowongan P2KP Provinsi Kalimantan Barat


MCA-Indonesia Fasilitasi Pelatihan Wirausaha Sanitasi


Direktur Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Imran Agus Nurali (kiri), membuka acara didampingi Direktur PKGBM MCA-Indonesia, Minarto


Surabaya11 Desember 2015. MCA-Indonesia memfasilitasi Pertemuan Teknis Review Silabus Pelatihan Wirausaha Sanitasi. Pertemuan tersebut adalah langkah untuk memperbaiki sanitasi, yang berperan penting untuk mencegah anak menderita stanting.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Imran Agus Nurali, ingin pelatihan tersebut nantinya dapat berjalan produktif. “Yang perlu diperhatikan adalah proses dari pelatihan, sehingga peserta bisa menjadi wirausahawan,” ujarnya dalam pertemuan itu pada 10 Desember 2015.

Adapun Direktur Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting (PKGBM) MCA-Indonesia, Minarto, berharap mayoritas peserta pelatihan akan betul-betul menjadi wirausahawan sanitasi. “Data menunjukkan hanya 10 persen peserta pelatihan terdahulu yang menjadi wirausahawan. Kalau bisa, 80 persen dari peserta pelatihan ini jadi wirausahawan,” kata Minarto.

Pertemuan yang berlangsung pada 9-11 Desember 2015 tersebut memiliki empat tujuan. Pertama, untuk meninjau silabus Pelatihan WIrausaha Sanitasi. Kedua, menyiapkan materi teknologi jamban daerah berair dan kering. Ketiga, menyiapkan rencana seleksi peserta pelatihan. Sedangkan yang terakhir ialah menyiapkan Rencana Latihan Penyegaran Fasilitator pelatihan wirausaha sanitasi.

Pelatihan wirausaha sanitasi ini dikembangkan secara maksimal oleh Kementerian Kesehatan dan MCA-Indonesia untuk menjamin suplai sanitasi dan memastikan keberlanjutan pasar sanitasi di pedesaan. Acara diikuti oleh 21 orang perwakilan pemangku kepentingan, antara lain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Asosiasi Pengelola dan Pemberdayaan Sanitasi Indonesia (APPSANI), Dinas Kesehatan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular (BBTKL PPM), Politeknik Kesehatan, dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). (Bunga Manggiasih/MCA-Indonesia).

                      <<<<****SESUAI ASLINYA***>>>

Jumat, 01 Januari 2016

Konsorsium Hijau mendidik 120 orang calon Pandu Sekolah Hijau





YOGYAKARTA. Pada tanggal 16 – 19 Desember 2015, Konsorsium
Hijau selaku pemenang Hibah Kemakmuran Hijau yang teraplikasi dalam Hibah Pengetahuan Hijau telah menyelenggarakan Pelatihan bagi calon Pandu Sekolah Hijau yang akan mendukung  programnya.
Dalam pelatihan sebagai Key Note Speaker adalah Prof. Dr.
Sri A selaku Ketua Dewan Pertimbangan Konsorsium Hijau.


Sofian Hadi selaku Manager Area Konsorsium Hijau Kabupaten Tanjung Jabung Timur
dalam keterangannya menyampaikan bahwa peserta yang dikirim dari Kabupaten
Tanjung Jabung Timur berjumlah 22 orang dari desa Sukamaju dan Pandan Lagan
Kec. Geragai. Total peserta sebanyak kurang lebih 120 orang berasal dari  12
desa di seluruh Indonesia. Selain Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 12 desa tersebut berasal dari Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur.


Dalam Pelatihan selama 4 hari tersebut juga diadakannya
Seminar Nasional pada tanggal 18 Desember 2015 dengan mengangkat tema
“Kepemimpinan Angkatan Muda dalam Kemakmuran Hijau”.



Setelah dibekali dengan Kemampuan Dasar sebagai seorang
Pandu Sekolah Hijau untuk memperkuat langkah melebarkan jalan Kemakmuran Hijau, peserta ini nantinya mengemban amanah sebagai ujung tombak
dalam membina, memandu dan mengembangkan Sekolah Hijau di desanya masing-masing. Sekolah
Hijau yang digagas merupakan pendidikan non formal yang kurikulumnya dirancang
dari potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat
desa setempat.


Sekolah Hijau di 12 desa ini akan berlangsung selama 2 tahun
yaitu tahun 2016 dan tahun 2017 didanai oleh MCA-Indonesia, sesudahnya
diharapkan bisa berkelanjutan secara mandiri.


Tugas pertama yang akan dilakukan oleh para calon pandu ini
adalah mendampingi peneliti yang akan melakukan penelitian yang ke-2 untuk
meramu atau merumuskan kurikulum yang tepat dan cocok yang akan diterapkan di Sekolah Hijau tersebut.


Di akhir pelatihan pada tanggal 19 Desember 2015 para peserta melakukan orasi terbuka
penghijauan/deklarasi hijau di Tugu Yogyakarta (tinggi 15 meter di ordinat
7°46′58″S) yang merupakan simbol atau lambang Kota Yogyakarta yang didirikan tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I dan direhab (akibat gempa 10 juni 1976) tahun 1889 yang terletak di perempatan Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Margo Utomo, yang mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Jogja dan Gunung Merapi.


Di penghujung malam acara dilakukan hiburan  inagurasi dengan alunan musik khas tradisional Jawa yaitu musik calung yang dimainkan oleh pemuda Langgran, dengan lagu keroncong khas Jawa Tengah karya Maestro
Keroncong Indonesia asal Surakarta yaitu Bpk. Gesang dengan judul lagu “CAPING
GUNUNG” :


(Dhek
jaman berjuang, Njur kelingan anak lanang, Mbiyen tak openi, Ning saiki ono
ngendi, Jarene wis menang, Keturutan sing digadhang, Mbiyen ninggal janji, Ning saiki
opo lali. Neng nggunung, Tak cadhongi sego jagung, Yen mendhung, Tak silihi
caping nggunung. Sukur biso nyawang, Nggunung deso dadi rejo, Bene ora ilang, Nggone podho loro
lopo.Reff.
):




Kilas Balik persiapan merancang Sekolah Hijau, berisi
masukan, harapan dan himbauan peserta:


1. Identifikasi Sumber Daya Masyarakat (SDA , SDM maupun kegiatan kegiatan potensial di masyarakat,serta akar masalah yang ada di masyarakat).





2.   
FGD Desa Suka Maju & Pandan lagan tgl 30 November s/d 1 Desember 2015.



         



3.   
FGD SKPD Tanjung Jabung Timur Tgl 3 Desember
2015






      Presentasi Konsorsium Hijau (Oleh Manager Area dan Peneliti):





 



Catatan & CC:
1.       Posting weblog ini berfungsi sebagai media informasi dan sosialisasi serta media pembelajaran, semoga dapat dimasukkan dan diterbitkan di buletin/majalah/website dalam kegiatan Yayasan Bhakti yang juga merupakan pemenang hibah Kemakmuran Hijau ( Pengetahuan Hijau).
2.       Posting ini juga bisa berfungsi sebagai update informasi untuk MCA-Indonesia dan Konsorsium Hijau

Terimakasih
Salam,
Ditulis Oleh:
Sudarmanto (District Relationship Managar MCA-Indonesia Kabupaten  Tanjung Jabung Timur)



Selasa, 25 November 2014

Hasil dari pertemuan pembahasan rencana program PLPBK replikasi di Kel. Kesiman, Kel. Padangsambian dan Desa Pemogan Kota Denpasar :



Hasil dari pertemuan pembahasan rencana program PLPBK replikasi di Kel. Kesiman, Kel. Padangsambian dan Desa Pemogan Kota Denpasar :
Penataan kawasan sekitar tukad (sungai) diintegrasikan dengan aspek penyediaan air minum, antisipasi/minimalisasi area kumuh, dan penyediaan sanitasi layak. Adapun produk dari kegiatan PLPBK ini nantinya berupa RPLP (Rencana Penataan Lingkungan Permukiman) yang menyeluruh dan terpadu bagi permukiman berkelanjutan (akan dilakukan channeling kpd pihak2 terkait); dan RTPLP (Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman) yang akan disesuaikan dengan budget PLPBK replikasi sejumlah Rp 500 juta per wilayah. Pembiayaan ini mencakup perencanaan, pembangunan fisik, biaya operasional, administrasi dan pajak.
‪#‎CityChangerIndonesia_KotaDenpasar‬



Pencapain program 100-0-100 lewat mekanisme musrenbang di kota Surakarta

Pencapain program 100-0-100 lewat mekanisme musrenbang di kota Surakarta

Peringatan Hari Pohon Se-Dunia (Rizal-City Changer Indonesia Provinsi NTB)

asslamualikum wr.wb.
salam perubahan......!!!!!!!!!!!!!!!!!
sebagai bentuk komitmen CITY CHANGERS NTB terhadap tercapainya visi misi 100-0-100, maka melalui moment hari pohon sedunia yang jatuh pada tanggal 21 november city changer NTB memprakarsai kegiatan dengan tema kegiatan "gerakan 1000 pohon utk pelestarian sumber mata air di wilayah kaki gunung sembalun ".
adapun kegiatan yang di lakukan utk memperingati hari pohon sedunia saya selaku city changer NTB bersam temen temen dari WALHI NTB,AMAN (ALIANSI MASYRAKAT NUSANTARA),Himpunan mahasiswa islam UNIVERSITAS GUNUNG RINJANI,gerakan pramuka kecamatan sembalun,karang taruna se kecamatan sembalun,masyrakat,pemda, melakukan penanaman pohon di bawah puncak tertinggi gunung sembalun di lombok timur sebagai sebuah upaya utk bisa melestrikan sumber mata air,karna perlu kita ketahui bersama bahwa kecamatan sembalun merupakan jantung mata air yang ada di kabupaten lombok timur.